LaSEF 2026 di Bandarlampung: 7.000 Pengunjung, Transaksi Capai Ratusan Juta

Penulis: Surya Dinata  •  Senin, 11 Mei 2026 | 18:56:02 WIB
Pengunjung antusias mengunjungi LaSEF 2026 di Bandarlampung selama tiga hari pameran.

BANDARLAMPUNG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Lampung mengumumkan capaian itu, Senin (12/5). Kepala KpwBI Lampung Bimo Epyanto menegaskan, penyelenggaraan pada 8-10 Mei 2026 tidak hanya ramai pengunjung, tetapi juga memacu perputaran uang di sektor riil.

Transaksi Ratusan Juta dan Komitmen Rp230 Miliar

Pameran yang melibatkan lebih dari 40 pelaku usaha ini mencatat nilai penjualan langsung hingga ratusan juta rupiah. Produk yang ditawarkan mencakup kuliner, kopi khas Lampung, hingga wastra daerah.

Di luar transaksi harian, LaSEF menjembatani kebutuhan modal pelaku usaha dengan mitra perbankan syariah. Hasilnya, komitmen business matching mencapai Rp230 miliar sepanjang 2026, hasil kolaborasi dengan OJK Lampung.

Bukan Sekadar Pameran: Lomba hingga Bibit Cabai Gratis

Bimo menjelaskan, LaSEF 2026 dirancang sebagai ekosistem, bukan sekadar pameran dagang. Selama tiga hari, pengunjung bisa mengikuti talkshow edukatif, kompetisi dakwah ekonomi syariah, hingga Lampung Brewpreneur Challenge — ajang adu skill barista.

"Ada juga Harmony in Syariah Nasyid Competition yang menjadi ruang ekspresi bagi dai muda berbakat," ujar Bimo dalam keterangannya.

Uniknya, festival ini juga menghadirkan booth ketahanan pangan. Panitia membagikan bibit cabai gratis sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian pangan melalui penguatan rantai nilai halal.

Strategi BI: Ekonomi Syariah sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

Bimo menegaskan, LaSEF 2026 adalah bagian dari komitmen Bank Indonesia memperkuat ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, akademisi, pondok pesantren, dan pelaku usaha menjadi kunci.

"Ekonomi syariah diharapkan mampu menjadi penggerak utama penguatan sektor riil dan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Lampung," kata dia.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top