Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang akrab disapa Mirza, merinci sejumlah langkah konkret dalam program tersebut. Selain pupuk hayati cair dan dryer, pemerintah provinsi juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program vokasi, serta memperkuat hilirisasi komoditas pertanian lewat Program Desa Ku Maju.
“Melalui program ini, komoditas pertanian tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah di tingkat desa,” ujar Mirza dalam pernyataan yang diterima ANTARA di Bandarlampung, Jumat pekan lalu.
Ia menambahkan masih banyak komoditas unggulan Lampung yang belum diolah secara optimal. Menurutnya, kondisi itu menjadi peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengembangan industri pengolahan di daerah.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rahmat Pambudy menyebut identifikasi persoalan yang disampaikan Pemprov Lampung menjadi modal penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan nasional. “Dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung, Bappenas akan menjadikan pendekatan pembangunan berbasis desa di Lampung sebagai salah satu model perencanaan pembangunan,” katanya.
Rahmat menekankan pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya tinggi, tetapi harus diikuti pemerataan kesejahteraan. Ia mencontohkan daerah di Indonesia Timur yang pertumbuhannya mencapai 20 persen namun pemerataannya rendah. “Kami tidak ingin seperti itu. Kami ingin pertumbuhan tinggi dan pemerataan juga tinggi. Caranya yakni dengan pelaksanaan hilirisasi berbasis pertanian,” ucap dia.
Menurutnya, hilirisasi komoditas ubi kayu memiliki prospek strategis bagi masa depan Indonesia, termasuk sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan dan industri berbasis pertanian.
Gubernur Mirza berharap Bappenas mendukung pengembangan kawasan industri pangan di Lampung sebagai pusat hilirisasi komoditas pertanian nasional. “Langkah tersebut akan memperkuat nilai tambah produk pertanian, meningkatkan daya saing industri pengolahan, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Rahmat Pambudy menegaskan Bappenas siap mempelajari seluruh usulan Pemprov Lampung untuk dirumuskan menjadi solusi dan program pembangunan. Pendekatan berbasis desa ini diharapkan menjadi cetak biru bagi daerah lain dalam mengelola potensi lokal secara terpadu.