BANDARLAMPUNG — Rakata Analytics and Advisory merilis hasil survei Lampung Public Opinion Research periode Agustus 2026 yang mengukur persepsi publik terhadap Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela. Survei melibatkan 800 responden dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±3,5 persen.
Kepuasan tertinggi muncul dari kelompok responden berpendidikan SMA. Untuk Mirza, angka kepuasan di kelompok itu mencapai 90,54 persen. Sebanyak 5,44 persen menyatakan tidak puas, sedangkan 4,01 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Jihan mencatat kepuasan 89,40 persen dari kelompok pendidikan yang sama. Responden yang tidak puas sebesar 6,59 persen, sementara 4,01 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Pada kelompok responden berpendidikan Diploma, S1, S2, dan S3, kepuasan terhadap Mirza berada di angka 85,06 persen. Sebanyak 12,64 persen menyatakan tidak puas dan 2,30 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Untuk Jihan, kepuasan kelompok pendidikan tinggi tercatat 82,76 persen. Responden yang tidak puas sebesar 12,64 persen, sedangkan 4,60 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Kepuasan terhadap Mirza di kelompok responden berpendidikan SD/SMP mencapai 72,53 persen. Sebanyak 7,14 persen menyatakan tidak puas, sementara 20,33 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Pada kelompok yang sama, kepuasan terhadap Jihan tercatat 71,15 persen. Sebanyak 7,42 persen menyatakan tidak puas dan 21,43 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Proporsi responden yang tidak tahu atau tidak menjawab di kelompok SD/SMP lebih besar dibandingkan dua kelompok pendidikan lainnya. Perbedaan ini yang membuat sebaran persepsi antarjenjang pendidikan terlihat cukup jelas.
Rakata menjelaskan kategori "puas" mencakup jawaban cukup puas, puas, dan sangat puas. Kategori "tidak puas" mencakup jawaban tidak puas dan sangat tidak puas.
Survei dilakukan pada Agustus 2026 dengan sampel 800 responden, tingkat kepercayaan 95 persen, dan MoE ±3,5 persen.
Hasil yang ditampilkan dalam materi survei ini merupakan persepsi responden berdasarkan jenjang pendidikan. Angka-angka tersebut bukan pengukuran kinerja objektif masing-masing kepala daerah.
Hasil survei Rakata sebelumnya juga pernah digunakan untuk mengukur persepsi dan elektabilitas pasangan Mirza-Jihan pada Pilgub Lampung 2024.