BANDAR LAMPUNG — Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bandar Lampung Eka Jaya Saputra menyebut tiga kelurahan yang diajukan memiliki peluang dikembangkan bukan sekadar sebagai kawasan aktivitas nelayan. Menurutnya, wilayah itu juga berpotensi menjadi ruang ekonomi dan wisata pesisir.
Usulan ke KKP itu merupakan bagian dari upaya Pemkot menjadikan kawasan pesisir sebagai pusat pertumbuhan baru. Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri masuk dalam daftar prioritas pemerintah pusat.
Bumi Waras, Kangkung, dan Kotakarang Raya berada di kawasan pesisir Kota Bandar Lampung. Ketiganya dipilih karena dinilai punya basis nelayan yang aktif dan lokasi strategis menghadap laut.
Pemkot berharap ketiga kawasan itu nantinya tidak hanya menjadi tempat bersandarnya perahu, tetapi juga menjadi ruang usaha warga. Pembangunan fisik kawasan akan dibarengi penataan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Program Kampung Nelayan Merah Putih diarahkan untuk menata kawasan pesisir secara menyeluruh. Selain infrastruktur, program ini menyasar penguatan ekonomi masyarakat pesisir lewat manajemen yang profesional.
Pengelolaan kawasan akan diintegrasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih. Skema itu dirancang agar hasil pembangunan bisa langsung dirasakan nelayan dan pelaku usaha di sekitar.
"Bumi Waras, Kangkung, dan Kotakarang Raya memiliki peluang untuk dikembangkan tidak hanya sebagai kawasan aktivitas nelayan, tetapi juga ruang ekonomi dan wisata pesisir. Karena itu, pembangunan yang dilakukan di kawasan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal," kata Jaya, Senin (28/9/2026).
Keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan membuka ruang bagi tumbuhnya berbagai usaha masyarakat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar pesisir menjadi pihak yang paling diuntungkan jika kawasan itu berkembang.
"Dengan adanya pembangunan Kampung Nelayan ini, kami berharap ekonomi masyarakat meningkat dan aktivitas UMKM semakin berkembang," ujarnya.
Dampak yang dibidik bukan hanya perbaikan lingkungan dan infrastruktur. Pemkot menyasar terciptanya ekosistem ekonomi baru yang menopang kesejahteraan warga pesisir secara berkelanjutan.
Status ketiga kelurahan masih menunggu keputusan KKP. Pemkot Bandar Lampung belum merinci jadwal pembangunan karena proses pengajuan belum rampung.
Jika disetujui, kawasan pesisir Bandar Lampung akan menyusul daerah lain yang lebih dulu ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih. Penetapan itu menjadi pintu masuk bagi aliran dukungan pembangunan dari pemerintah pusat.