BBWS Citarum Operasikan 3 Pompa Atasi Kekeringan 600 Ha Sawah Bekasi

Penulis: Qodri Anwar  •  Selasa, 29 September 2026 | 14:06:31 WIB
Petugas mengoperasikan pompa untuk mengairi sawah terdampak kekeringan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.

LAMPUNG — Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengoperasikan tiga unit pompa untuk mengairi sekitar 600 hektare sawah di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang dilanda kekeringan hingga September 2026. Langkah ini diambil Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar petani setempat bisa kembali mengolah lahan dan melanjutkan musim tanam di tengah keterbatasan pasokan air.

Paragraf pembuka: Pompanisasi dilakukan dengan mengalirkan air dari SP Kiwing ke area persawahan terdampak melalui tiga jalur selang. Plt Kepala BBWS Citarum Abdul Ghoni Majdi menyebut penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat dan konkret.

"Penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat dan konkret," ucap Abdul dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).

Dari Mana Sumber Airnya Diambil

Selain menyedot air dari SP Kiwing, BBWS Citarum menyiapkan satu unit mobile pump berkapasitas 500 liter per detik (lps) untuk mengambil air dari Sungai Citarum. Kapasitas sebesar itu setara 500 liter air yang bisa dialirkan setiap detiknya ke saluran irigasi.

Upaya tersebut diperkuat BBWS Cilicis dengan dua unit mobile pump, masing-masing berkapasitas 80 lps. Total ada tiga jalur selang yang dipakai mengalirkan air ke lahan persawahan warga.

Dampak bagi Petani Pebayuran

Warga Desa Karangharja menggantungkan hidup dari bertani padi di lahan seluas 600 hektare. Kekeringan yang berlangsung sejak pertengahan tahun membuat pasokan air ke sawah mereka menyusut, sehingga jadwal tanam terganggu.

Dengan pompa yang beroperasi, petani diharapkan bisa segera memulai kembali olah lahan. Bagi mereka, keterlambatan musim tanam berarti mundurnya jadwal panen dan potensi kehilangan pendapatan.

Kekeringan Meluas di Sejumlah Daerah

Masalah serupa terjadi di sejumlah wilayah lain. Di Jawa Tengah, kekeringan melanda tiga daerah dan membuat lebih dari 20.000 kepala keluarga (KK) kekurangan air bersih. Sementara di Jawa Timur, 22 daerah menetapkan status darurat kekeringan dan pemerintah provinsi mencari sumber air baru.

Kondisi ini menempatkan pompanisasi sebagai salah satu solusi cepat yang bisa diterapkan di lapangan, terutama untuk lahan pertanian yang masih bisa diselamatkan pada musim tanam berikutnya.

Penutup: Bagi Kabupaten Bekasi, keberadaan tiga pompa BBWS Citarum menjadi penopang sementara pasokan air irigasi. Keberhasilan musim tanam kali ini akan bergantung pada seberapa lama pompa beroperasi dan apakah sumber air dari SP Kiwing serta Sungai Citarum cukup bertahan hingga panen tiba.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top