LAMPUNG — Pergerakan rupiah pagi ini melanjutkan tren pelemahan yang sudah berlangsung sejak awal tahun. Level 17.724 per dolar AS menembus rekor terlemah sebelumnya dan menjadi sinyal tekanan besar terhadap fundamental ekonomi domestik.
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan, ada dua kekuatan yang saling tarik dalam pergerakan rupiah hari ini. Dari sisi eksternal, meredanya ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan ke Iran sempat meredakan kekhawatiran pasar global. Namun, sentimen itu hanya memberikan ruang penguatan terbatas bagi rupiah.
"Pelaku pasar tetap mencermati kondisi domestik yang dinilai masih lemah," ujar Lukman.
Ekspektasi Kenaikan BI Rate Bayangi Pergerakan Rupiah
Faktor utama yang membebani rupiah saat ini adalah antisipasi pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Investor memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat demi menahan laju depresiasi rupiah di tengah derasnya arus modal asing keluar.
Ekspektasi kenaikan suku bunga ini justru membuat pelaku pasar cenderung wait and see. Alih-alih mendorong penguatan, ketidakpastian kebijakan moneter justru menahan minat investor untuk masuk ke pasar obligasi dan saham domestik.
Pelemahan Merata di Asia, Rupiah Paling Tertekan
Tekanan terhadap rupiah bukan fenomena tunggal. Mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini. Namun, depresiasi rupiah menjadi yang terdalam di kawasan.
- Won Korea Selatan melemah 0,74%
- Baht Thailand turun 0,18%
- Dolar Singapura melemah 0,09%
- Yen Jepang turun 0,08%
- Rupee India melemah 0,04%
- Yuan China turun 0,01%
Data ini menunjukkan bahwa dolar AS masih perkasa di hadapan hampir seluruh mata uang emerging market. Namun, rupiah menjadi yang paling rentan karena faktor domestik yang belum menunjukkan tanda perbaikan.
Rentang Pergerakan dan Proyeksi Hari Ini
Lukman memperkirakan, rupiah masih berpeluang menguat meski terbatas. Ia memproyeksikan kurs bergerak dalam rentang 17.600 hingga 17.700 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Level psikologis 17.700 menjadi garis pertahanan pertama. Jika tembus dan bertahan di atasnya, tekanan terhadap rupiah bisa berlanjut ke sesi berikutnya. Investor dan pelaku bisnis disarankan mencermati hasil RDG BI yang akan menjadi penentu arah rupiah dalam pekan-pekan mendatang.
Investasi mengandung risiko.