Pencarian

Dekranasda Lampung Bawa Kriya Perajin ke Kriyanusa 2026, Incar Pasar Nasional dan Internasional

Minggu, 27 September 2026 • 06:31:31 WIB
Dekranasda Lampung Bawa Kriya Perajin ke Kriyanusa 2026, Incar Pasar Nasional dan Internasional
Ketua Dekranasda Lampung Purnama Wulan Mirza meninjau produk kriya daerah pada Kriyanusa 2026 di JICC, Jakarta.

JAKARTA — Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Purnama Wulan Mirza, yang akrab disapa Batin Wulan, menegaskan bahwa keikutsertaan Lampung dalam Kriyanusa 2026 menjadi langkah memperkenalkan potensi kriya daerah sekaligus membuka peluang pasar bagi perajin dan pelaku UMKM.

Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 berlangsung pada 26–30 September 2026 di Hall A dan Hall B JICC, Jakarta. Ajang tahunan itu menghadirkan 410 stan yang menampilkan beragam karya kriya dari berbagai daerah di Indonesia.

Kriya Lampung Dinilai Simpan Identitas dan Kearifan Lokal

Batin Wulan menilai kekayaan kriya Lampung tidak berhenti pada nilai estetika. Menurutnya, produk kriya daerah mengandung identitas, budaya, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Karena itu, pengembangan kriya perlu dilakukan berkelanjutan dengan tetap mempertahankan karakter daerah tanpa menutup diri dari inovasi. Ia menyebut kualitas produk dan cerita di baliknya sama pentingnya.

"Kita ingin karya-karya perajin Lampung tidak hanya bagus secara produk, tetapi juga memiliki nilai dan cerita tentang Lampung. Identitas budaya ini harus tetap kita jaga, sambil terus mendorong inovasi dan peningkatan kualitas," katanya.

Akses Pasar Jadi Kunci Dampak Ekonomi bagi Perajin

Menurut Batin Wulan, semakin luasnya akses pasar menjadi salah satu kunci agar sektor kriya memberi dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat. Ketika produk perajin menembus pasar yang lebih luas, peluang peningkatan produksi, pendapatan, dan keberlanjutan usaha ikut terbuka.

Dekranasda Lampung akan mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem kriya daerah. Cakupannya mulai dari peningkatan kualitas produk, kreativitas dan desain, hingga promosi dan perluasan akses pemasaran.

"Harapan kita tentu bukan hanya produk kita tampil di pameran. Setelah pameran ini, harus ada peluang yang lebih luas bagi para perajin untuk berkembang, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan," ujar Batin Wulan.

Ajakan Membeli Produk Kriya Lokal

Batin Wulan mengajak masyarakat memberi dukungan terhadap karya perajin lokal dengan mengenal, menggunakan, dan membeli produk kriya dalam negeri. Dukungan itu dinilai berperan menjaga keberlanjutan usaha perajin sekaligus mempertahankan warisan budaya daerah.

Ajakan senada disampaikan Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming saat membuka acara. Ia menyebut pembelian produk kriya lokal sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya dan menggerakkan perekonomian keluarga serta daerah.

"Setiap kali kita membeli karya lokal, kita tidak sekadar membeli sebuah benda, tetapi kita juga ikut menjaga warisan dari nenek moyang kita, untuk menghidupkan tradisi serta menggerakkan roda ekonomi keluarga dan juga daerah," kata Selvi.

Sumatera Selatan Jadi Provinsi Ikon Kriyanusa 2026

Pada penyelenggaraan tahun ini, Sumatera Selatan ditetapkan sebagai Provinsi Ikon Kriyanusa 2026. Pembukaan acara turut dihadiri Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Ketua Panitia Kriyanusa 2026 Ayu Heni Rosan, serta jajaran pengurus pusat Dekranas dan pengurus Dekranasda dari berbagai daerah.

Bagi Lampung, keikutsertaan di Kriyanusa 2026 menjadi titik awal untuk mengukur sejauh mana produk perajin daerah mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dekranasda menyiapkan pendampingan lanjutan agar peluang yang terbuka selama lima hari pameran tidak berhenti di atas meja display.

Follow www.poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: diberitain.net

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks