BANDAR LAMPUNG — Perairan barat Lampung menjadi titik paling kritis pada prakiraan cuaca maritim Rabu ini. BMKG Lampung mencatat tinggi gelombang di wilayah tersebut mencapai 2,0 hingga 2,2 meter, masuk dalam kategori sedang.
Angin bertiup dari arah tenggara hingga timur laut dengan kecepatan 8–12 knot. Cuaca didominasi hujan ringan hingga hujan petir, terutama pada siang hingga malam hari. Nelayan dan pengguna kapal kecil diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan kecepatan angin serta potensi gelombang sedang.
Berbeda dengan perairan barat, Teluk Lampung bagian utara diprakirakan lebih bersahabat. Cuaca umumnya berawan hingga berawan tebal dengan angin bertiup dari timur hingga timur laut sekitar 3–8 knot. Tinggi gelombang relatif rendah, berkisar 0,4–0,9 meter, sehingga masih cukup aman untuk aktivitas pelayaran lokal dan penyeberangan.
Sementara itu, Teluk Lampung bagian selatan berpotensi mengalami hujan ringan pada sore hingga malam hari. Gelombang di wilayah ini berkisar 1,1–1,8 meter dengan arus laut bergerak lemah hingga sedang. Kondisi perairan relatif tenang.
Di Perairan Timur Lampung bagian selatan, cuaca cenderung berawan dengan peluang hujan ringan. Gelombang laut diprakirakan sekitar 0,8–1,6 meter. Angin bertiup lemah hingga sedang, namun BMKG mengingatkan adanya potensi perubahan cuaca yang cepat, terutama saat masa pancaroba.
Secara umum, angin di seluruh perairan Lampung bertiup dari arah timur hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 3–19 knot. Suhu udara laut berada di angka 27–29 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 74–88 persen.
BMKG juga mengingatkan adanya peningkatan potensi cuaca signifikan di wilayah Lampung pada periode 11–13 Mei 2026 akibat aktivitas atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan. Masyarakat pesisir diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG sebelum melaut.