BANDAR LAMPUNG — Jumlah investor pasar modal di Lampung mencapai 673.737 orang hingga April 2026, melonjak 45,31 persen dibandingkan total 463.657 investor pada akhir 2025. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung mencatat, penambahan investor baru pada periode Januari–April 2026 saja sudah mencapai 210.080 orang, melampaui total penambahan investor sepanjang tahun 2024 yang sebanyak 207.133 orang.
Dominasi Milenial dan Gen Z, Galeri Investasi Kampus Jadi Pemicu
Profil investor di Lampung menunjukkan kelompok usia 18–25 tahun mendominasi dengan porsi 38,4 persen, disusul usia 26–30 tahun sebesar 26,3 persen. Artinya, 64,7 persen investor berasal dari kalangan muda di bawah 30 tahun. Kepala BEI Perwakilan Lampung, Hendi Prayogi, menyebut dominasi ini tidak lepas dari keberadaan galeri investasi di perguruan tinggi.
“Karena investasi ini cukup menarik tanpa membutuhkan modal besar,” ujar Hendi dalam media gathering dan talk show Edukasi Pasar Modal Terpadu yang digagas OJK Lampung di Hotel Grand Mercure Bandar Lampung, Selasa (19/5/2026).
Saat ini, BEI Lampung bersama mitra telah mengembangkan sekitar 15 galeri investasi di perguruan tinggi, dua galeri investasi di pemerintah daerah (Kota Metro dan Lampung Timur), serta delapan galeri investasi desa.
Transaksi Capai Rp25 Triliun dalam Empat Bulan, Lampaui Total 2025
Nilai transaksi pasar modal di Lampung menunjukkan lonjakan signifikan. Hingga April 2026, total transaksi telah mencapai Rp25,03 triliun, melampaui total transaksi sepanjang tahun 2025 yang sebesar Rp22,51 triliun. Sebagai perbandingan, pada 2023 transaksi hanya tercatat Rp10,76 triliun dan naik menjadi Rp12,87 triliun pada 2024.
Pertumbuhan investor saham juga konsisten. Jumlah investor saham di Lampung tercatat 87.990 orang pada 2023, naik menjadi 123.299 orang pada 2024, lalu melonjak ke 185.728 orang pada 2025. Hingga April 2026, angka ini telah mencapai 208.423 orang.
Investasi Desa Tumbuh, Warga Mulai Beralih ke Jangka Panjang
Galeri investasi desa yang mulai dirintis sejak 2018 di Lampung Selatan menunjukkan hasil. Hendi mengungkapkan, dalam satu bulan, nilai transaksi dari galeri investasi desa pernah mencapai Rp30 miliar. Pola investasi warga desa pun mulai berubah ke arah jangka panjang.
“Ternyata masyarakat desa tidak anti terhadap investasi,” kata Hendi. Kehadiran galeri investasi di desa juga menjadi bagian dari upaya mengedukasi warga agar tidak terjebak investasi ilegal yang sebelumnya marak menyasar wilayah pedesaan.
Sebaran Masih Terpusat di Bandar Lampung, Empat Daerah Kuasai 61 Persen
Konsentrasi investor masih terpusat di wilayah perkotaan. Kota Bandar Lampung mendominasi dengan porsi 28 persen, disusul Lampung Tengah 13 persen, Lampung Selatan 11 persen, dan Lampung Timur 9 persen. Empat daerah ini menguasai 61 persen total investor di Lampung.
Secara keseluruhan, pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Lampung menunjukkan tren eksponensial: dari 293.141 investor pada 2023, naik 6,89 persen menjadi 313.328 investor pada 2024, lalu melonjak 47,98 persen menjadi 463.657 investor pada 2025, dan kembali naik 45,31 persen dalam empat bulan pertama 2026.