LAMPUNG — Meski sesi pengujian berlangsung singkat, Zontes 250E langsung memberikan gambaran jelas soal karakter berkendara dan kenyamanan. Motor ini tidak hanya mengandalkan daftar fitur panjang, tetapi juga menawarkan pengalaman berkendara yang matang.
Kesan pertama saat melihat Zontes 250E adalah ukurannya yang besar. Dengan panjang 2.195 mm, lebar 795 mm, dan jarak sumbu roda 1.565 mm, skutik ini tampak padat dan berisi. Bahasa desainnya memadukan elemen futuristis dan sporty, langsung mencolok begitu diparkir.
Windshield bergaya touring dan lampu utama full LED berbentuk garis tajam seperti alis mendominasi bagian depan. Sementara di belakang, lampu LED membentang dengan garis tegas yang memperkuat identitas motor. Knalpot besar dan aksen tulisan Zontes di fairing samping makin menegaskan aura premium.
Masuk ke area kokpit, Zontes 250E sudah menggunakan sistem keyless. Cukup bawa remote, tekan tombol power di handlebar, mesin langsung hidup. Panel instrumen berupa layar TFT full color yang menampilkan seluruh informasi kendaraan secara lengkap.
Satu fitur yang paling menarik perhatian adalah electric windshield. Melalui tombol di setang, pengendara bisa menaikkan atau menurunkan visor tanpa harus berhenti. Fitur ini jelas bernilai tambah untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.
Untuk kebutuhan harian, tersedia port USB Type-A dan Type-C, kompartemen depan, serta bagasi luas. Motor ini juga dibekali ABS Dual Channel dan Traction Control System (TCS) untuk menjaga traksi di berbagai kondisi jalan.
Zontes 250E menggunakan mesin satu silinder SOHC 249,8 cc berpendingin cairan. Tenaga puncak 27 hp dan torsi 25,8 Nm disalurkan melalui dua mode berkendara: Eco dan Sport. Saat mesin pertama menyala, getaran terasa sangat minim dan halus.
Respons throttle cukup linear. Ketika bukaan gas diperbesar, tenaga bertambah bertahap tanpa terasa meledak-ledak. Karakter ini membuat motor mudah dikendalikan, baik untuk melaju santai maupun saat butuh akselerasi lebih. Bobot 186 kg—terbilang berat di kelasnya—tidak terasa merepotkan saat bermanuver di kecepatan rendah maupun tinggi.
Secara ergonomi, Zontes 250E menawarkan posisi duduk yang nyaman. Bagi pengendara dengan tinggi 165 cm, kedua kaki memang sedikit jinjit saat berhenti. Namun distribusi bobot yang seimbang membuat adaptasi tidak butuh waktu lama.
Posisi setang terasa natural. Area pijakan kaki cukup fleksibel, memungkinkan pengendara memilih posisi santai dengan kaki selonjoran atau lebih tegak sesuai preferensi. Motor ini terasa ramah untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak menengah.
Dari sesi test ride singkat ini, Zontes 250E meninggalkan kesan sebagai skutik premium yang tidak hanya mengandalkan fitur. Karakter mesin halus, posisi berkendara nyaman, serta teknologi fungsional membuat motor ini layak diperhitungkan. Pengujian lebih lanjut—terutama konsumsi BBM dan performa kecepatan tinggi—masih diperlukan untuk gambaran utuh. Namun sebagai impresi awal, Zontes 250E menunjukkan potensi sebagai pilihan menarik di segmen skutik premium 250 cc.