BANDAR LAMPUNG — Antrean panjang terlihat di stan Diskominfo Kota Bandar Lampung selama gelaran Bandar Lampung Expo 2026. Rata-rata 150 orang per hari rela mengantre demi mencoba aplikasi Rupa Wajah, sebuah fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menganalisis kemiripan wajah pengunjung dengan figur publik hingga pahlawan.
Kepala Bidang Pemberdayaan E-Government Diskominfo Kota Bandar Lampung, Fachrizal, mengatakan bahwa aplikasi tersebut merupakan bagian dari peluncuran Program Seribu Wajah. Program ini tidak hanya bersifat hiburan, tetapi akan dikembangkan menjadi platform layanan publik terintegrasi.
Pengunjung cukup mengisi nama dan nomor telepon, lalu memilih kategori tokoh yang ingin dibandingkan — apakah artis atau pahlawan. Sistem kemudian menganalisis fitur wajah dan menampilkan siapa sosok yang paling mirip dengan pengguna.
“Respons masyarakat sangat baik karena selain menghibur, aplikasi ini juga menjadi sarana memperkenalkan inovasi digital yang dikembangkan Pemerintah Kota Bandar Lampung,” ujar Fachrizal, Rabu (24/07/2026).
Pemerintah Kota Bandar Lampung tidak berhenti pada fitur hiburan semata. Program Seribu Wajah ke depan akan diintegrasikan dengan sistem pemantauan ketinggian muka air sungai yang dikombinasikan dengan kamera CCTV dan sensor digital buatan sendiri.
Fachrizal menjelaskan bahwa sistem ini nantinya akan memberikan informasi kondisi sungai secara real-time. Masyarakat bisa mengetahui apakah debit air berada pada level aman, siaga, atau bahaya, sehingga langkah antisipasi banjir bisa dilakukan lebih dini.
“Kami menggabungkan CCTV dengan sensor ketinggian air yang kami rakit sendiri. Masyarakat nantinya bisa mengetahui kondisi sungai, apakah berada pada level aman, siaga, atau bahaya sehingga dapat melakukan antisipasi lebih dini,” jelasnya.
Saat ini, uji coba sistem pemantauan ketinggian air baru dipasang di kawasan Way Balau, tepatnya di sekitar Jembatan Beton. Perangkat tersebut masih dalam tahap uji coba dan akan diperluas ke sejumlah titik sungai lainnya di Bandar Lampung.
Selain mitigasi banjir, platform Seribu Wajah juga direncanakan menampung layanan digital lain seperti pemantauan kondisi lalu lintas, area parkir, hingga antrean pelayanan publik di puskesmas dan rumah sakit daerah.
“Untuk sementara baru dipasang di Way Balau sebagai tahap uji coba. Ke depan akan terus kami kembangkan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat lebih luas,” pungkas Fachrizal.