BANDAR LAMPUNG — Antrean panjang masih terlihat mengular di stand Disdukcapil Kota Bandar Lampung hingga jelang penutupan Bandar Lampung Expo 2026, Jumat (24/7) malam. Masyarakat datang silih berganti untuk mengurus dokumen administrasi kependudukan yang selama ini sering terkendala jarak dan waktu.
Stand tersebut menyediakan sejumlah layanan utama, mulai dari perekaman dan pencetakan KTP elektronik, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga pembaruan Kartu Keluarga (KK). Kehadiran layanan ini di tengah keramaian expo dinilai mampu memangkas waktu tempuh warga yang biasanya harus datang langsung ke kantor Disdukcapil di pusat kota.
“Pelayanannya cepat, petugasnya ramah, dan prosesnya tidak berbelit-belit. Jadi kami bisa sekalian menikmati expo sambil mengurus dokumen kependudukan,” ujar Yuni, salah seorang warga yang sengaja datang untuk memanfaatkan layanan tersebut.
Tingginya antusiasme warga menunjukkan kebutuhan mendesak terhadap pelayanan publik yang mudah dijangkau. Selama ini, sebagian warga mengaku enggan mengurus dokumen karena harus antre lama di kantor Disdukcapil atau terkendala jam operasional yang berbarengan dengan jam kerja.
Layanan jemput bola semacam ini menjadi solusi efektif. Selain lokasinya yang strategis di area expo, waktu pelayanan yang diperpanjang hingga malam hari juga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang sibuk pada siang hari.
Yuni berharap model pelayanan seperti ini tidak berhenti setelah expo usai. “Saya sangat mengapresiasi adanya stand Disdukcapil di Bandar Lampung Expo ini. Ke depannya, layanan jemput bola seperti ini perlu terus dilakukan dalam berbagai kegiatan masyarakat,” katanya.
Ramainya stand Disdukcapil hingga hari terakhir expo menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang hadir lebih dekat dengan masyarakat mendapat respons positif. Selain memberikan kemudahan, langkah ini juga menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran warga untuk melengkapi dokumen administrasi kependudukan sebagai identitas hukum yang penting dalam berbagai urusan pelayanan publik.
Pihak penyelenggara mencatat, lonjakan pengunjung di stand Disdukcapil terjadi sejak hari pertama hingga malam penutupan. Hal ini menjadi indikator bahwa kebutuhan akan administrasi kependudukan di Kota Bandar Lampung masih sangat tinggi, terutama di kalangan warga yang tinggal di pinggiran kota.