BANDARLAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) menetapkan nilai ambang batas (passing grade) 462 untuk program magister dan 490 untuk program doktor pada seleksi ujian masuk pascasarjana gelombang 3 yang berlangsung Sabtu (25/7/2026) di Bandarlampung. Sebanyak 186 peserta mengikuti tes berbasis komputer (CBT) tersebut, termasuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Thomas Amirico dan Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah. Gelombang ini menjadi tahapan terakhir penerimaan mahasiswa baru pascasarjana tahun akademik 2026/2027.
Direktur Pascasarjana Unila, Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si., menyampaikan seluruh soal berbentuk pilihan ganda tanpa sistem pengurangan nilai jika salah menjawab. “Untuk batas kelulusan atau passing grade program Magister (S-2) ditetapkan pada skor 462, sedangkan untuk Program Doktor (S-3) ditetapkan pada skor 490,” ujarnya dalam sambutan sebelum tes dimulai.
Ia juga memberi semangat kepada peserta agar bersungguh-sungguh. “Selamat mengikuti tes. Semoga peserta yang bersungguh-sungguh dapat berhasil lulus dan diterima, sehingga pada bulan Agustus mendatang dapat dikukuhkan secara resmi sebagai mahasiswa baru,” kata Prof. Murhadi.
Pada seleksi gelombang ini, tiga tokoh daerah tercatat sebagai peserta ujian. Selain Thomas Amirico (Kadisdikbud Lampung) dan Wirahadikusumah (Ketua PWI Lampung), turut hadir Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung Kostiana, S.E., M.H. Kehadiran mereka disebut sebagai bukti kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan di Unila.
Rincian peserta: 41 calon mahasiswa Program Doktor (S-3) dari 6 program studi, 133 calon mahasiswa Program Magister (S-2) dari 33 program studi, serta 12 peserta seleksi Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Kedokteran Unila.
Ujian dipusatkan di Gedung Unit Penunjang Akademik (UPA) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Unila. Tes berlangsung dalam satu sesi, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, secara tertib dan efisien. Sistem computer based test (CBT) digunakan untuk menyaring calon mahasiswa unggul dan kompetitif.
Monitoring pelaksanaan ujian dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., serta sejumlah dekan seperti Dekan FISIP, FKIP, FH, dan Kepala UPA TIK. Mereka memastikan semua tahapan sesuai standar operasional prosedur.