BANDAR LAMPUNG — Sebanyak delapan wilayah di Provinsi Lampung diperkirakan mengalami hujan ringan bersifat lokal pada Sabtu (25/7/2026) siang hingga sore. Daerah terdampak meliputi Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, Pringsewu, Lampung Tengah, Bandar Lampung, dan sekitarnya. BMKG mengimbau masyarakat di lokasi tersebut untuk mewaspadai kemunculan kilat, petir, serta angin kencang sesaat yang menyertai hujan konvektif.
8 Wilayah Lampung Berpotensi Hujan Ringan Siang Ini
Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Radin Inten II, potensi hujan ringan hingga sedang terkonsentrasi di bagian barat dan tengah Lampung. Daerah pegunungan dan pesisir barat menjadi zona utama. Hujan diperkirakan tidak berlangsung lama, namun pertumbuhan awan konvektif bisa memicu cuaca ekstrem jangka pendek.
- Lampung Barat
- Pesisir Barat
- Tanggamus
- Pesawaran
- Pringsewu
- Lampung Tengah
- Bandar Lampung
- Sekitarnya (termasuk wilayah penyangga)
BMKG Imbau Waspada Petir dan Angin Sesaat
Meskipun risiko cuaca ekstrem secara umum dinilai rendah hingga sedang, BMKG menekankan bahwa hujan konvektif pada siang atau sore hari kerap disertai sambaran petir dan hembusan angin kencang yang tiba-tiba. Fenomena ini biasa terjadi saat awan Cumulonimbus tumbuh subur di musim pancaroba.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama di area terbuka seperti perkebunan, sawah, atau pasar tradisional, diminta segera berlindung jika mendengar guntur atau melihat awan gelap menjulang. Pemotor dan pengendara juga perlu waspada terhadap pohon tumbang atau baliho yang roboh akibat angin kencang.
Pagi Cerah, Malam Kembali Berawan
Pada pagi hari, cuaca di sebagian besar wilayah Lampung diprakirakan cerah hingga cerah berawan, kondusif untuk aktivitas warga. Setelah hujan siang mereda, kondisi berawan kembali mendominasi pada malam hari. Suhu udara diperkirakan normal tanpa anomali signifikan.
BMKG juga mengingatkan bahwa prakiraan cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah seiring perkembangan awan. Warga disarankan memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG atau media sosial Stasiun Meteorologi Radin Inten II.