TULANG BAWANG — Partai Golkar Kabupaten Tulang Bawang memasang target ambisius menuju Pemilu 2029: mengamankan sedikitnya sepuluh kursi di DPRD kabupaten. Target itu disampaikan langsung oleh Ketua DPD Golkar Tulang Bawang, M. Aris Pratama Hanan, di sela-sela pelantikan Pimpinan Kecamatan (PK) untuk Banjar Baru dan Menggala Timur, Selasa (28/7/2026).
Dua Kursi di Dapil I Jadi Modal Awal
Aris menegaskan bahwa Dapil I merupakan salah satu lumbung suara utama partai. Pada pemilu sebelumnya, wilayah ini menyumbang dua kursi legislatif bagi Golkar di DPRD Tulang Bawang. “Tantangan ke depan akan semakin berat dan kompleks. Namun kami yakin Partai Golkar tidak hanya mampu mempertahankan tetapi juga mengokohkan kembali posisi dengan meraih kembali dua kursi legislatif di Dapil I,” ujar Aris di hadapan para kader.
Mekanisme Penjaringan dan Pelantikan
Proses penjaringan bakal calon pimpinan kecamatan berlangsung selama tiga hari, mulai 25 Juli hingga batas akhir pengembalian berkas pada 27 Juli 2026. Dari hasil verifikasi, DPD Golkar Tulang Bawang menetapkan Endah Sri Rahayu sebagai Ketua PK Banjar Baru dan Junaidi sebagai Ketua PK Menggala Timur. Pelantikan ini menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang digelar serentak.
Lima Agenda Prioritas Menuju 2029
Dalam periode kepemimpinan 2026–2031, DPD Golkar Tulang Bawang mengusung visi “Terwujudnya Partai Golkar yang Unggul, Modern, dan Pemenang di Kabupaten Tulang Bawang.” Visi itu dijabarkan ke dalam lima agenda prioritas: memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat TPS, menjalankan sistem kaderisasi berkelanjutan, memperluas basis dukungan elektoral, meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, serta melakukan transformasi menuju partai yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Muscam Bukan Sekadar Rutinitas
Aris menekankan bahwa Muscam merupakan forum strategis untuk memperkuat kelembagaan dan regenerasi kepemimpinan di tingkat kecamatan. “Muscam bukan sekadar agenda organisasi rutin, melainkan momentum emas untuk memperkokoh soliditas antar kader, memperkuat sistem kaderisasi, serta memastikan Partai Golkar semakin dekat dan dicintai masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap kader wajib hadir di tengah masyarakat dan mendengarkan aspirasi warga. “Partai Golkar harus mampu menempatkan diri sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan masyarakat. Setiap kader Golkar wajib memberikan manfaat nyata melalui kerja-kerja politik yang bersih dan berpihak sepenuhnya kepada kepentingan rakyat,” pungkas Aris.