JAKARTA — Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi dan LPG tabung 3 kilogram di tengah fluktuasi harga minyak dunia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia langsung mengumumkan keputusan ini. Langkah itu diambil menyusul ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang masih mempengaruhi pasar energi global.
Harga minyak mentah dunia sempat menguat lebih dari tiga persen pada perdagangan Rabu (29/7). Penyebabnya adalah menyusutnya persediaan minyak Amerika Serikat. Meski begitu, Bahlil memastikan subsidi energi untuk masyarakat tetap aman dan tidak akan dibebankan ke konsumen.
Harga Minyak Naik, Tapi Subsidi Tetap Aman
Kenaikan harga minyak dunia dipicu dinamika geopolitik, termasuk meredanya ketegangan antara Washington dan Teheran. Pemerintah tidak panik. Bahlil menegaskan APBN masih sanggup menahan beban subsidi BBM dan LPG.
“Pemerintah memutuskan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun LPG subsidi,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari rilis Kementerian ESDM. Keputusan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Aktifkan Kembali
Berita populer lainnya menyita perhatian pembaca: panduan mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Program ini diperuntukkan bagi warga kurang mampu yang iurannya ditanggung penuh oleh pemerintah.
Jika status kepesertaan PBI nonaktif, peserta bisa segera mengurus aktivasi ulang. Caranya cukup mendatangi Dinas Sosial setempat atau melalui aplikasi Mobile JKN. Pastikan data kependudukan sudah terintegrasi dengan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) agar proses berjalan lancar.
Ekonomi Kuartal II-2026 Diprediksi Tumbuh di Atas 5 Persen
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tetap di atas lima persen. Optimisme ini didorong oleh investasi dan berbagai insentif yang telah digulirkan pemerintah.
Di sisi lain, Kementerian ESDM membuka peluang penyesuaian harga Pertamax—BBM nonsubsidi—di tengah gejolak harga minyak dunia. Saat ini, kementerian tengah menghitung keekonomian harga Pertamax agar tetap kompetitif tanpa membebani konsumen secara berlebihan.