Pencarian

Bekas Sekolah di Bandar Lampung Disulap Jadi Dapur MBG, Empat Bulan Rampung tapi Belum Juga Beroperasi

Kamis, 30 Juli 2026 • 21:23:01 WIB
Bekas Sekolah di Bandar Lampung Disulap Jadi Dapur MBG, Empat Bulan Rampung tapi Belum Juga Beroperasi
Bekas kompleks SMP-SMA PGRI 4 di Jalan Kelinci, Kedaton, diubah menjadi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program MBG.

BANDAR LAMPUNG — Bangunan yang sebelumnya merupakan kompleks SMP-SMA PGRI 4 di Jalan Kelinci Nomor 262, Kelurahan Kedaton, itu kini berubah fungsi. Dindingnya telah dicat ulang, peralatan masak terpasang, dan sumur bor disebut sudah tersedia, menandakan kesiapan fisik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atas nama Yayasan Dhanapati Agung Wijaya Kedaton #014.

Warga Sudah Daftar Jadi Pekerja, Nasib Masih Menggantung

Wardi, warga sekitar, mengungkapkan bahwa dirinya dan tetangga-tetangganya sempat antusias begitu tahu bangunan bekas sekolah itu akan menjadi dapur MBG. "Iya, banyak orang sini yang daftar mau kerja. Tapi enggak tahu juga kenapa belum buka. Sayang banget," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (30/7/2026).

Menurut Wardi, bangunan tersebut telah rampung dikerjakan dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan terakhir. "Kayaknya sudah lengkap alat-alatnya, sumur bor juga sudah ada," imbuhnya.

Aktivitas Malam Hari di Dalam Bangunan

Meski tak ada aktivitas penyiapan makanan di siang hari, Wardi mengaku masih melihat keramaian di dalam bangunan pada malam hari. "Kalau malam ramai kok, di dalam ada yang jaga. Tapi saya enggak begitu kenal. Masuknya lewat pintu belakang," kata dia.

Fenomena ini menimbulkan tanda tanya di kalangan warga yang sudah menanti-nantikan lowongan kerja dari dapur tersebut. Warga lainnya, Sutrisno, membenarkan bahwa lahan itu sebelumnya merupakan bekas sekolah yang kemudian disewa untuk proyek MBG. "Dulu itu bekas bangunan SMP-SMA PGRI 4, terus disewa orang buat dapur MBG. Tapi enggak tahu kenapa sampai sekarang belum beroperasi," ujarnya.

Kapan Dapur MBG Ini Akan Beroperasi?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan dari pihak pengelola yayasan maupun Pemerintah Kota Bandar Lampung mengenai penyebab keterlambatan operasional dapur tersebut. Warga berharap ada kepastian agar fasilitas yang sudah dibangun dengan biaya tidak sedikit itu bisa segera dimanfaatkan, baik untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah maupun untuk membuka lapangan kerja di lingkungan setempat.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks