LAMPUNG — PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) selaku Agen Pemegang Merek Mazda di Indonesia kembali menghadirkan produk kolaborasi dengan AutoExe di GIIAS 2026 yang berlangsung 30 Juli–9 Agustus di ICE BSD. Tiga produk utama menjadi sorotan: Mazda MX-5 AutoExe Limited Edition, Mazda CX-60 Active Xross, dan dua konsep styling untuk All-New Mazda CX-5.
Street Best Tuning: Bukan Soal Tenaga, Tapi Soal Sensasi
Modifikasi konvensional biasanya berhenti pada dua hal: menambah tenaga dan mempercantik tampilan. AutoExe memilih jalur yang berbeda. Brand performance parts asal Jepang ini merancang produknya berdasarkan filosofi Street Best Tuning, yang tidak mengejar angka tenaga kuda.
Fokus pengembangan AutoExe justru pada aspek yang jarang disentuh modifikator mainstream: respons kemudi yang lebih langsung, kestabilan sasis lewat body reinforcement, dan kualitas suara dari sports muffler serta intake system yang disetel khusus.
Kansei Tuning: Menajamkan DNA Mazda, Bukan Menggantinya
Pendekatan ini disebut Kansei Tuning, istilah Jepang untuk desain yang menyasar sensasi dan emosi pengguna. Konsep ini sengaja dijaga agar selaras dengan filosofi Jinba-Ittai—prinsip "pengendara dan kuda menyatu" yang menjadi fondasi setiap kendaraan Mazda.
Artinya, AutoExe tidak menghilangkan karakter asli Mazda. Sebaliknya, mereka mempertajamnya. Pengemudi tetap merasakan DNA Mazda yang sudah ada, hanya dengan feedback sasis yang lebih komunikatif dan input kemudi yang terasa lebih presisi.
Yang Perlu Diperhatikan: Harga dan Ketersediaan
Sayangnya, bahan rilis resmi tidak menyebutkan angka harga untuk ketiga produk tersebut. Yang jelas, produk AutoExe selalu diposisikan sebagai komponen premium dengan harga yang tidak murah. Untuk Mazda MX-5 AutoExe Limited Edition, statusnya sebagai edisi terbatas tentu menambah nilai eksklusivitas—dan harganya.
Perlu dicatat juga bahwa pendekatan tuning ala AutoExe ini tidak akan memberikan lonjakan tenaga yang bisa dirasakan di atas kertas. Jika ekspektasi Anda adalah akselerasi yang lebih brutal, produk ini mungkin bukan jawabannya. Tapi kalau yang Anda cari adalah koneksi yang lebih dalam antara pengemudi, kemudi, dan jalan, pendekatan ini layak diperhitungkan.