Pencarian

69 Calon Paskibraka Lampung Utara Mulai Pradiklat, 3 Orang Siap Tembus Tingkat Provinsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 19:45:31 WIB
69 Calon Paskibraka Lampung Utara Mulai Pradiklat, 3 Orang Siap Tembus Tingkat Provinsi
Sebanyak 69 calon Paskibraka Kabupaten Lampung Utara mengikuti pradiklat yang dimulai pada Sabtu (1/8/2026).

LAMPUNG UTARA — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lampung Utara melalui Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) memastikan 69 calon pasukan pengibar bendera telah memasuki masa pendidikan awal atau pradiklat. Mereka berasal dari berbagai kecamatan, mulai dari jantung kota hingga daerah terpencil seperti Sungkai Utara, Muara Sungkai, dan Bukit Kemuning.

Proses seleksi yang ketat ini menghasilkan komposisi 66 peserta untuk level kabupaten dan tiga peserta yang berhasil menembus seleksi tingkat provinsi. Pemkab Lampung Utara menegaskan pemerataan akses pelatihan bagi seluruh peserta tanpa memandang asal sekolah atau wilayah.

Penyelarasan Gerak Ala Perpang Terbaru

Pelatih Paskibraka, Panca, menyebut fase pradiklat yang dimulai Sabtu (1/8/2026) ini menjadi fondasi utama sebelum masuk ke tahap inti. Para peserta datang dengan latar belakang pembinaan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang berbeda-beda, sehingga perlu diseragamkan.

"Pradiklat ini adalah fondasi. Kami menyamakan persepsi dan menyelaraskan gerak langkah sebelum masuk ke tahapan inti," ujar Panca tegas.

Tahap krusial ini dijadwalkan rampung pada 6 Agustus mendatang. Setelah itu, mereka langsung digiring ke pendidikan dan latihan (diklat) inti yang dimulai 8 Agustus 2026 untuk menentukan formasi Pasukan 17, Pasukan 8, hingga posisi pembawa baki.

Metode Jarlatsuh: Dari Fisik hingga Doktrin Mental

Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Lampung Utara, R.A. Habibie, menekankan pentingnya metode Jarlatsuh (Pengajaran, Latihan, dan Pengasuhan) untuk mencegah krisis sumber daya manusia di daerah. Metode ini dijalankan beriringan antara PPI dan DPPI.

"Pengajaran (Jar) memberikan suplai wawasan kebangsaan dan materi strategis dari instansi kompeten. Latihan (Lat), penggemblengan fisik mutlak di bawah komando dingin aparat TNI-Polri. Dan Pengasuhan (Suh) doktrin mentalitas dan motivasi tanpa henti dari para pamong," jelas Habibie.

Menurutnya, gemblengan ini tidak hanya bertujuan untuk kemahiran hormat bendera, tetapi juga melahirkan kader perubahan yang tangguh minimal bagi keluarga dan sekolah masing-masing.

Benteng Medis di Tengah Terpaan Cuaca Ekstrem

Latihan keras di bawah teriknya kemarau dan debu lapangan menuntut harga mahal pada fisik peserta. Tim Kesehatan dari Puskesmas Wonogiri yang dikomandoi dr. Ending Sulistyawati bersama Anita Carolin disiagakan total di arena latihan.

Hasil pemantauan medis menunjukkan variasi daya tahan tubuh yang tajam. Sejumlah peserta sempat tumbang akibat kelelahan, cuaca panas, flu ringan, hingga pola makan di luar menu karantina. Namun, tim medis bergerak proaktif dengan menyuplai vitamin harian dan memantau kesehatan setiap saat.

"Hingga saat ini, tim kesehatan memastikan tidak ada kasus penyakit berat yang ditemukan. Seluruh gangguan kesehatan berhasil diatasi dengan cepat sehingga para calon Paskibraka tetap berada dalam kondisi prima," tegas dr. Endang.

Dengan peleburan disiplin militer, doktrin karakter, dan pengawalan medis yang siaga 24 jam, para pemuda-pemudi pilihan ini ditempa untuk berdiri tegak menunaikan tugas sejarah di tiang bendera pada 17 Agustus 2026 mendatang.

Bagikan
Sumber: jejaring09.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks