Pemprov Lampung Siapkan BRT ITERA sebagai Model Transportasi Publik Modern dan Terintegrasi

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 04 Februari 2026 | 15:10:05 WIB
FGD BRT ITERA digelar di ITERA sebagai langkah awal pengembangan transportasi massal ramah lingkungan di Lampung.

Lampung Selatan - Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) ITERA sebagai proyek percontohan transformasi transportasi publik di Lampung. Inisiatif ini diproyeksikan menjadi langkah awal menuju sistem angkutan massal yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Dorongan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, dalam Focus Group Discussion (FGD) BRT ITERA yang digelar di Ruang Rapat Gedung C Institut Teknologi Sumatera, Rabu (4/2/2026).

Menurut Marindo, FGD menjadi forum strategis untuk merumuskan kebijakan berbasis bukti dengan melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan para pemangku kepentingan. Pendekatan kolaboratif dinilai penting agar kebijakan transportasi publik benar-benar menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.

Ia juga mengapresiasi peran ITERA yang konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah, tidak hanya dalam pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga dalam penyusunan solusi kebijakan publik yang inovatif dan aplikatif.

Marindo menegaskan, transportasi publik merupakan instrumen kunci dalam transformasi wilayah karena berkaitan langsung dengan produktivitas ekonomi, efisiensi logistik, mobilitas tenaga kerja, penataan ruang, hingga pengendalian emisi. Dalam konteks Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatra, sistem transportasi yang andal dan terintegrasi dinilai semakin mendesak.

“Tanpa intervensi kebijakan yang terstruktur, ketergantungan pada kendaraan pribadi berpotensi meningkatkan kemacetan, biaya sosial, dan tekanan lingkungan. Karena itu, pengembangan angkutan massal modern bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis,” ujarnya.

Lebih lanjut, BRT ITERA diposisikan sebagai pilot project yang tidak hanya berfokus pada armada dan koridor, tetapi juga pada perencanaan rute berbasis data, kelembagaan pengelola, skema pembiayaan berkelanjutan, serta penerimaan sosial masyarakat. Model ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain di Lampung.

Pengembangan tersebut sejalan dengan visi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela dalam mewujudkan Lampung Maju melalui pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pemprov Lampung berharap FGD ini menghasilkan rekomendasi teknis yang terukur, mencakup kelayakan ekonomi BRT ITERA, integrasi dengan sistem transportasi yang sudah ada, keberlanjutan operasional, serta peran perguruan tinggi dalam riset, pemantauan, dan evaluasi kebijakan.

Sementara itu, rencana awal operasional BRT ITERA akan diuji coba pada rute Mall Boemi Kedaton–ITERA untuk melayani mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Jika implementasi awal berjalan efektif, rute akan dikembangkan sesuai kebutuhan mobilitas publik.

Rektor ITERA menyatakan kesiapan institusinya dalam mengelola BRT sebagai sarana transportasi kampus dan masyarakat, sekaligus mendukung agenda transportasi publik yang inklusif, efisien, dan ramah lingkungan di Provinsi Lampung.

Reporter: Redaksi
Back to top