LAMPUNG TIMUR — Polres Lampung Timur mengerahkan personel piket patroli dari seluruh Polsek jajaran untuk memantau langsung ketinggian air sungai di wilayah hukum masing-masing, Jumat (15/5/2026). Kegiatan ini merupakan respons atas cuaca ekstrem yang melanda daerah tersebut dalam sepekan terakhir.
Kasi Humas Polres Lampung Timur Iptu Setiawan Haryono mengatakan, patroli ini difokuskan pada deteksi dini potensi banjir. “Akhir-akhir ini cuaca di wilayah Lampung Timur sering diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Karena itu kami gerakkan personel untuk rutin turun langsung memantau debit air sungai,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Pemantauan yang dilakukan hingga pukul 14.40 WIB menunjukkan kondisi debit air di seluruh titik sungai masih normal. Arus terpantau stabil dan belum ditemukan peningkatan volume air yang berpotensi menimbulkan genangan maupun banjir di Kabupaten Lampung Timur.
Selain observasi visual terhadap arus dan ketinggian permukaan, petugas juga memeriksa bantaran sungai dari potensi penyumbatan. Sampah dan material lain yang bisa menghambat aliran air menjadi perhatian utama dalam patroli ini.
Dalam kesempatan yang sama, personel patroli berdialog langsung dengan warga yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai. Mereka menggali informasi soal perubahan debit air beberapa hari terakhir, terutama setelah hujan deras turun. Langkah ini sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.
Tim Satgas Tanggap Bencana Polres Lampung Timur menegaskan monitoring debit air akan terus dilakukan secara berkala. Jika terjadi peningkatan volume air secara signifikan, respons cepat akan segera diambil untuk meminimalisir dampak bencana.
Iptu Setiawan Haryono mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. “Jangan membuang sampah ke sungai, dan segera laporkan ke personel terdekat atau melalui Layanan Polisi 110 apabila melihat kenaikan debit air yang mengkhawatirkan,” tutupnya.