PESISIR BARAT — Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat tidak hanya mengajak warganya bergerak, tetapi juga mengenal akar budaya melalui olahraga. Pelatihan Senam Krui Bebakhong yang digelar di Lamban Juang Rawas pada Senin (18/5) menjadi bukti konkret komitmen tersebut. Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus Perwosi Pesisir Barat, perwakilan OPD, dan peserta dari puskesmas, kecamatan, hingga tingkat pekon.
Saat membacakan sambutan tertulis Bupati, Henny Yulistani menegaskan bahwa senam ini memiliki makna lebih dalam. “Senam Krui Bebakhong bukan sekadar gerakan olahraga untuk kebugaran jasmani, melainkan manifestasi identitas kebudayaan daerah yang wajib kita jaga, lestarikan, dan kembangkan bersama secara kolektif,” ujarnya.
Pemkab Pesisir Barat, menurut Henny, ingin memastikan tradisi asli Bumi Para Sai Batin dan Ulama ini tidak tergerus zaman. Lewat standardisasi gerakan dalam pelatihan ini, pemerintah optimistis senam tersebut bisa menjadi ikon olahraga sekaligus budaya khas daerah.
Ketua Perwosi Kabupaten Pesisir Barat, Dian Hardianti Dedi, mengapresiasi tingginya antusiasme para kader dan instruktur yang memadati lokasi pelatihan. Menurut Dian, keterlibatan langsung elemen dari tingkat bawah menjadi modal utama agar olahraga berbasis kearifan lokal ini cepat memasyarakat.
Sepanjang sesi, peserta tampak kompak mempraktikkan detail gerakan Senam Krui Bebakhong yang dipandu instruktur profesional. Suasana penuh energi mewarnai proses transfer pengetahuan dari instruktur ke ratusan peserta yang nantinya akan menjadi penggerak di masing-masing wilayah.
Pelatihan ini tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga dirancang untuk memperkuat sinergi roda pemerintahan dari tingkat kabupaten, tenaga kesehatan di puskesmas, hingga masyarakat di pekon. Pemkab Pesisir Barat berharap Senam Krui Bebakhong kelak mapan sebagai salah satu ikon olahraga andalan daerah, sekaligus menjadi media promosi identitas budaya lokal yang rekreatif dan menyehatkan.