Pencarian

Harga Cabai di Lampung Melonjak 44 Persen, Pemprov Perketat Pengawasan Pangan Jelang Idul Adha

Rabu, 27 Mei 2026 • 12:40:01 WIB
Harga Cabai di Lampung Melonjak 44 Persen, Pemprov Perketat Pengawasan Pangan Jelang Idul Adha
Harga cabai merah keriting di Lampung melonjak 44 persen menjelang Idul Adha.

BANDARLAMPUNG — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung bergerak lebih agresif memantau harga dan pasokan bahan pokok di pasar. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menyatakan koordinasi antar-OPD dipercepat untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang Idul Adha.

Lonjakan Harga: Cabai Merah Keriting Naik Rp 21.650 per Kilogram

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per Selasa (26/5), harga cabai merah keriting melesat 44,18 persen atau setara Rp 21.650 per kilogram, menjadi Rp 70.650 per kilogram. Cabai merah besar juga naik 27,5 persen atau Rp 16.500 per kilogram ke angka Rp 76.500 per kilogram.

Tak hanya cabai, daging sapi kualitas I ikut merangkak naik Rp 7.500 per kilogram menjadi Rp 143.750 per kilogram. Bawang merah ukuran sedang naik 7,93 persen, dan bawang putih naik 1,22 persen. Beras di semua kualitas disebut masih stabil.

Mengapa Harga Pangan di Lampung Rentan Naik?

Marindo menjelaskan, lonjakan harga biasanya dipicu dua faktor: peningkatan kebutuhan pasar saat hari besar keagamaan dan gangguan produksi akibat bencana. "Ada kasus khusus di mana produksi komoditas terganggu akibat banjir atau El Nino. Ini yang perlu diantisipasi terus," ucapnya di Bandarlampung.

TPID bersama pemerintah kabupaten dan kota kini memitigasi kenaikan harga dengan memantau ketersediaan bahan pokok secara harian. Data rigid dari pasar tradisional menjadi dasar penerbitan kebijakan intervensi jika pasokan mulai menipis.

Strategi Pemprov: Pengawasan Harian dan Intervensi Pasokan

Pemprov Lampung memastikan produksi bahan pokok seperti padi, gabah, dan jagung tetap terjaga. "Berbagai permasalahan akan dianalisa. Biasanya ketersediaan berkurang karena kebutuhan pasar meningkat, terlebih lagi menjelang Idul Adha," kata Marindo.

Langkah konkret yang dilakukan antara lain memperkuat koordinasi antara TPID provinsi dan kabupaten/kota, serta menginventarisir kendala di lapangan. Jika ditemukan harga yang tidak wajar, pemerintah daerah akan segera melakukan intervensi melalui kebijakan distribusi atau operasi pasar.

Harga Komoditas Lain: Minyak Goreng dan Gula Pasir Relatif Stabil

Di tengah lonjakan cabai dan daging, beberapa komoditas justru menunjukkan tren positif. Gula pasir turun Rp 50 menjadi Rp 18.600 per kilogram, telur ayam ras turun Rp 300 per kilogram menjadi Rp 26.500 per kilogram. Minyak goreng curah naik tipis Rp 100 per liter menjadi Rp 22.050 per liter.

Pemprov Lampung berjanji akan terus merilis data harga secara berkala agar masyarakat bisa memantau pergerakan harga dan tidak menjadi korban spekulasi pedagang. Langkah ini juga menjadi sinyal bagi pelaku pasar untuk tidak menaikkan harga secara berlebihan tanpa alasan yang jelas.

Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks