BANDAR LAMPUNG — Sektor tersier masih menjadi primadona investasi di Bandar Lampung. Kontribusinya mencapai 70,39 persen dari total realisasi triwulan I 2026. Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat mencatat, nilai investasi yang masuk mencapai Rp744,6 miliar pada periode Januari hingga Maret 2026.
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi sebesar Rp530,4 miliar. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp214,2 miliar. Kepala DPMPTSP Kota Bandar Lampung, Febriana, menyebut capaian ini menjadi sinyal positif bagi iklim usaha di daerah.
“Pertumbuhan investasi ini menjadi indikator positif bahwa Bandar Lampung masih menjadi daerah tujuan investasi yang menarik, baik bagi investor dalam negeri maupun asing,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Berdasarkan data DPMPTSP, subsektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp159,1 miliar. Posisi berikutnya ditempati hotel dan restoran sebesar Rp154,8 miliar, disusul jasa lainnya Rp140,6 miliar, industri kayu Rp111,1 miliar, serta industri makanan Rp92,1 miliar.
Febriana menjelaskan, karakteristik Bandar Lampung sebagai kota jasa dan perdagangan membuat sektor tersier terus mendominasi. “Ini menandakan geliat usaha di Bandar Lampung terus tumbuh, apalagi kota ini menjadi pintu gerbang Sumatra,” katanya.
Untuk investasi asing, Singapura menjadi negara dengan kontribusi terbesar mencapai Rp195,3 miliar. Disusul India Rp11,1 miliar, Malaysia Rp4,7 miliar, Jepang Rp781 juta, dan Spanyol Rp581 juta. Menurut Febriana, dominasi Singapura tidak terlepas dari kuatnya hubungan bisnis dan berkembangnya sektor jasa di kota ini.
Sektor primer hanya menyumbang 1,37 persen dari total investasi, sementara sektor sekunder mencapai 28,24 persen. Hal ini menunjukkan aktivitas ekonomi perkotaan terus bergerak, terutama di bidang perdagangan, transportasi, hingga perhotelan.
Pemerintah kota berharap realisasi investasi terus meningkat hingga akhir tahun 2026. “Kami terus berupaya memberikan pelayanan perizinan yang cepat dan mudah agar investor semakin nyaman berinvestasi di Bandar Lampung,” tandas Febriana.