BANDARLAMPUNG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Lampung mengumumkan capaian itu, Senin (12/5). Kepala KpwBI Lampung Bimo Epyanto menegaskan, penyelenggaraan pada 8-10 Mei 2026 tidak hanya ramai pengunjung, tetapi juga memacu perputaran uang di sektor riil.
Pameran yang melibatkan lebih dari 40 pelaku usaha ini mencatat nilai penjualan langsung hingga ratusan juta rupiah. Produk yang ditawarkan mencakup kuliner, kopi khas Lampung, hingga wastra daerah.
Di luar transaksi harian, LaSEF menjembatani kebutuhan modal pelaku usaha dengan mitra perbankan syariah. Hasilnya, komitmen business matching mencapai Rp230 miliar sepanjang 2026, hasil kolaborasi dengan OJK Lampung.
Bimo menjelaskan, LaSEF 2026 dirancang sebagai ekosistem, bukan sekadar pameran dagang. Selama tiga hari, pengunjung bisa mengikuti talkshow edukatif, kompetisi dakwah ekonomi syariah, hingga Lampung Brewpreneur Challenge — ajang adu skill barista.
"Ada juga Harmony in Syariah Nasyid Competition yang menjadi ruang ekspresi bagi dai muda berbakat," ujar Bimo dalam keterangannya.
Uniknya, festival ini juga menghadirkan booth ketahanan pangan. Panitia membagikan bibit cabai gratis sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian pangan melalui penguatan rantai nilai halal.
Bimo menegaskan, LaSEF 2026 adalah bagian dari komitmen Bank Indonesia memperkuat ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, akademisi, pondok pesantren, dan pelaku usaha menjadi kunci.
"Ekonomi syariah diharapkan mampu menjadi penggerak utama penguatan sektor riil dan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Lampung," kata dia.