METRO — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, meletakkan batu pertama proyek perbaikan Jalan Pattimura pada Senin lalu. Ruas provinsi sepanjang 3,5 kilometer ini menjadi prioritas Tahun Anggaran 2026 setelah bertahun-tahun dikeluhkan warga.
"Yang ditunggu-tunggu masyarakat Kota Metro akhirnya datang juga," ujar Jihan dalam sambutannya.
Tahap pertama menyasar 1.176 meter jalan. Metode yang digunakan adalah rigid pavement atau perkerasan beton, yang dikenal lebih tahan lama dibanding aspal biasa.
Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp9,3 miliar. Jihan menegaskan agar pelaksana dan pengawas tidak mengurangi spesifikasi yang telah ditetapkan.
"Nilai kontrak kita Rp9,3 miliar, maka pengerjaannya juga harus benar-benar senilai Rp9,3 miliar. Jangan sampai spesifikasi rigid yang dikontrakkan justru dikerjakan di bawah standar kualitas," tandasnya.
Saat ini, tingkat kemantapan jalan provinsi di Kota Metro sudah di atas 90 persen. Namun, Jalan Pattimura tetap menjadi perhatian khusus karena tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi dan derasnya aspirasi masyarakat.
Pemprov Lampung tengah mengerjakan 56 ruas jalan provinsi secara progresif di seluruh kabupaten/kota. Skala prioritas diterapkan dengan mendahulukan daerah yang tingkat kemantapan jalannya masih rendah, seperti Lampung Tengah dan Tulang Bawang.
Meski demikian, Kota Metro tetap mendapat alokasi anggaran karena Jalan Pattimura dinilai strategis. Jihan menyebut proyek ini diharapkan mendongkrak sektor perdagangan, jasa, pendidikan, pertanian, hingga pertumbuhan UMKM dan kuliner di Kota Metro.
Perbaikan jalan ini tidak hanya menyangkut infrastruktur. Akses yang lebih baik ke pusat kota dipercaya akan memicu aktivitas ekonomi di sepanjang ruas Pattimura, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
"Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, proyek preservasi jalan ini juga diharapkan mampu mendongkrak sektor perdagangan dan jasa, pendidikan, pertanian, hingga pertumbuhan UMKM dan kuliner di Kota Metro," terang Wagub.
Proyek ini menjadi bukti bahwa meskipun prioritas utama ada di daerah dengan jalan rusak parah, keluhan warga Metro tetap didengar. Warga setempat berharap pengerjaan rampung tepat waktu dan kualitasnya sesuai kontrak.