JAKARTA SELATAN — Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan bersama jajaran Direksi Bank Lampung hadir dalam forum tahunan yang mempertemukan seluruh anggota KUB Bank Jatim. Rapat kerja bertema “Penyelarasan Strategi KUB Bank Jatim” itu digelar di JS Luwansa Hotel & Convention Center.
Forum ini menjadi ajang konsolidasi strategis bagi bank-bank pembangunan daerah (BPD) yang tergabung dalam kelompok usaha tersebut. Selain Lampung, hadir pula Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, para gubernur dari daerah anggota KUB, serta pimpinan OJK dari Jawa Timur dan wilayah anggota KUB.
Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas secara mendalam. Marindo menyebut setidaknya ada empat pilar utama yang menjadi fokus: penguatan manajemen risiko, tata kelola perusahaan, pengembangan teknologi informasi, dan kolaborasi bisnis antarbank anggota.
“Sinergi antar-BPD adalah langkah penting untuk memperkuat daya saing perbankan daerah di tingkat nasional,” ujar Marindo dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (21/5/2026).
Menurut Marindo, keterlibatan Lampung dalam skema KUB Bank Jatim bukan sekadar formalitas. Skema ini menjadi instrumen untuk memperkuat kapasitas bisnis dan tata kelola Bank Lampung agar lebih adaptif dan kompetitif.
“Kolaborasi antarbank daerah harus terus diperkuat agar mampu menghadapi tantangan industri keuangan yang semakin kompleks. Sinergi ini bukan hanya memperkuat kelembagaan perbankan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah,” kata Marindo.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, mendukung penuh penguatan sektor perbankan daerah melalui kerja sama yang sehat, terukur, dan berkelanjutan. Harapannya, Bank Lampung dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Dalam forum tersebut, jajaran Direksi Bank Lampung yang turut hadir antara lain Komisaris Utama M. Firsada dan Pjs Direktur Utama Indra Merviana. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan manajemen dalam mengikuti arah kebijakan KUB.
Bank Lampung sendiri telah resmi menjalin kerja sama melalui skema KUB bersama Bank Jatim. Skema ini mencakup penguatan modal, tata kelola, transformasi bisnis, hingga pengembangan layanan perbankan berbasis teknologi.
Forum tahunan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi antaranggota KUB untuk menyamakan visi dan arah kebijakan. Tujuannya, menciptakan sistem kerja sama yang lebih efektif, terintegrasi, dan mampu memperkuat ketahanan perbankan daerah di tengah persaingan industri jasa keuangan nasional.
Melalui sinergi tersebut, perbankan daerah diharapkan semakin inovatif dan adaptif dalam menghadapi perubahan industri. Pada akhirnya, Bank Lampung diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya di Provinsi Lampung.