METRO — Peristiwa penembakan yang menewaskan seorang PNS di Kota Metro, Lampung, terjadi setelah korban dan pelaku terlibat adu mulut di pinggir jalan. Berdasarkan keterangan kepolisian, pertengkaran itu berawal saat pelaku mendatangi korban yang tengah berkumpul bersama rekannya di depan tempat cucian mobil. Percakapan yang awalnya biasa berubah memanas hingga korban disebut sempat memukul kepala pelaku sambil menantangnya.
Tak berselang lama, pelaku diduga mengambil senjata api dari tas kecil yang dibawanya lalu menembakkan peluru ke arah korban. Tembakan itu mengenai bagian pelipis kanan DCA hingga ia roboh di badan jalan. Suasana di lokasi sontak panik.
Istri Korban Sempat Coba Merebut Senjata
Istri korban yang berada di tempat kejadian sempat berusaha merebut senjata dari tangan pelaku. Namun, pelaku justru mengancam dan melepaskan dua kali tembakan ke udara sebelum kabur menggunakan sepeda motor.
Korban sempat dilarikan ke RS Mardi Waluyo sebelum dirujuk ke RSUD Ahmad Yani Kota Metro. Hasil pemeriksaan CT scan menunjukkan proyektil peluru masuk melalui pelipis kanan dan bersarang di bagian belakang tengkorak. Sekitar pukul 23.00 WIB, tim medis menyatakan korban meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk kepentingan autopsi.
Polisi Buru Pelaku dan Dalami Asal-Usul Senjata Api
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menyatakan bahwa pihak kepolisian kini terus melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Kasus ini sedang ditangani serius. Tim di lapangan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (24/5/2026).
Selain memburu pelaku, polisi juga mendalami asal-usul senjata api yang digunakan dalam aksi tersebut. Kepolisian menegaskan bahwa penggunaan senjata api secara ilegal merupakan tindak pidana berat dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku diminta segera melapor kepada aparat kepolisian agar proses pengungkapan kasus dapat berjalan lebih cepat.