BANDARLAMPUNG — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung mencatat transaksi pasar modal di provinsi ini terus bertumbuh dalam empat tahun terakhir. Pada 2023, nilai transaksi masih berada di angka Rp10,76 triliun, lalu naik menjadi Rp12,87 triliun pada 2024, dan melesat ke Rp22,51 triliun pada 2025.
Dominasi Investor Berusia 18-25 Tahun
Kepala BEI Perwakilan Lampung Hendi Prayogi mengungkapkan, profil investor didominasi oleh kelompok usia muda. "Data profil investor berdasarkan usia, yang paling banyak berinvestasi adalah investor berusia 18-25 tahun dengan persentase 38,4 persen," ujarnya di Bandarlampung, Jumat.
Kelompok usia 26-30 tahun menempati posisi kedua dengan persentase 26,3 persen. Disusul investor berusia 31-40 tahun sebesar 22,2 persen, dan investor usia 41-100 tahun sebanyak 13,1 persen.
Bandarlampung Jadi Pusat, Pesisir Barat Paling Rendah
Dari sisi sebaran geografis, Kota Bandarlampung menjadi wilayah dengan konsentrasi investor tertinggi, yakni 28 persen. Kabupaten Lampung Tengah menyusul dengan 13 persen, dan Lampung Selatan 11 persen.
Wilayah dengan persentase investor terendah adalah Kabupaten Pesisir Barat yang hanya mencapai satu persen. Sementara Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang Barat masing-masing menyumbang dua persen.
Jumlah Investor Tembus 673.737 Orang
Hendi Prayogi menambahkan, total investor pasar modal di Lampung saat ini mencapai 673.737 orang. "Nilai transaksi tersebut menunjukkan bahwa investor pasar modal di Lampung telah banyak yang mengenal pasar modal," katanya.
Pihak BEI berharap jumlah investor terus bertambah guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Tren peningkatan transaksi ini dinilai sebagai sinyal positif literasi dan inklusi pasar modal di kalangan masyarakat Lampung.