LAMPUNG — Euforia gelar juara Super League 2025/2026 yang ketiga secara beruntun belum sepenuhnya melenyapkan kecemasan Bobotoh. Hingga hari ini, belum ada sinyal perpanjangan kontrak dari Bojan Hodak. Manajer Persib, Umuh Muchtar, justru mengakui bahwa negosiasi masih berjalan dan menunggu keputusan dari Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat, Glen Sugita.
Umuh Muchtar Buka Suara: "Harus Dipertahankan"
Dalam acara syukuran di kediamannya, Tanjungsari, Sumedang, Senin (25/5/2026), Umuh Muchtar dengan tegas menyatakan keinginannya mempertahankan Bojan. Ia bahkan menargetkan gelar keempat secara beruntun musim depan.
"Harus atuh dipertahankan semua masukan dari pelatih. Mudahan-mudahan pelatih masih bersama-sama kita. Ke depan juara lagi 4 kali," kata Umuh, mengulangi pernyataan yang sama saat konvoi juara sehari sebelumnya.
Menurut Umuh, pembicaraan kontrak Bojan sudah memasuki tahap final. "Coach ada perbincangan dengan Glen hari ini. Nanti ada keputusan, harusnya sore ini ada keputusan di sana. (Sekarang) Pemain libur dulu," ucapnya.
Fasilitas Latihan Jadi Sorotan Utama Bojan Hodak
Alih-alih membahas nilai kontrak, Bojan Hodak justru menyoroti satu hal krusial yang menurutnya perlu segera dibenahi: fasilitas latihan. Pelatih berusia 53 tahun itu menilai standar fasilitas saat ini masih jauh dari kata ideal untuk klub sekelas Persib.
"Saya selalu berusaha meningkatkan standar latihan, karena itu yang kami butuhkan. Pemain butuh standar yang lebih baik. Di seluruh Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, masih kurang lapangan latihan," ujar Bojan, Rabu (15/4/2026).
Ia membandingkan dengan kondisi di Eropa yang dinilai jauh lebih siap. "Di Eropa, bahkan divisi tujuh pun punya tempat latihan. Mungkin tidak yang terbaik, tapi mereka punya. Karena stadion tidak bisa dipakai untuk latihan terus-menerus, nanti malah rusak," katanya.
Peningkatan Fasilitas Bukan Syarat Mutlak, Tapi Fondasi Prestasi
Bojan mengakui ada kemajuan dalam beberapa aspek, seperti tim medis yang lebih baik sehingga pemain cedera tidak sebanyak tahun lalu. Namun, ia menekankan bahwa gym dan kualitas lapangan latihan masih perlu ditingkatkan untuk meminimalisir risiko cedera.
"Kualitas lapangan latihan juga harus ditingkatkan. Lapangan kami tidak buruk, tapi masih bisa lebih baik karena itu berpengaruh pada minimnya cedera. Ini penting untuk semua klub," ungkapnya.
Meski demikian, Bojan menegaskan bahwa dorongan peningkatan fasilitas bukan menjadi syarat mutlak dalam negosiasi kontraknya. "Bukan berarti saya menjadikannya syarat mutlak, tapi saya selalu mendorong manajemen untuk meningkatkan fasilitas latihan," tegas Bojan.
Keputusan final soal masa depan Bojan Hodak di Persib Bandung masih dinantikan. Jika negosiasi buntu, bukan tidak mungkin pelatih yang membawa Persib juara tiga kali beruntun ini akan hengkang pada musim depan.